DTSEN bukan sekadar data—ini adalah pondasi baru Indonesia dalam memastikan berbagai kebijakan berjalan tepat sasaran. DTSEN berisi data setiap individu penduduk Indonesia yang telah terklarifikasi ke dalam Desil atau kelompok kesejahteraan, sehingga kondisi sosial-ekonomi masyarakat dapat dipetakan secara objektif dan terukur. Bukan hanya dipakai untuk penyaluran bantuan sosial, tetapi juga untuk perencanaan pembangunan, penyusunan program nasional, hingga pemetaan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Semua terhimpun dalam satu data nasional yang akurat, mutakhir, dan terverifikasi untuk kepentingan seluruh warga.
Tahun 2026 menjadi momentum besar Indonesia untuk melakukan pemutakhiran dan perbaikan data sosial-ekonomi secara nasional. Melalui Sensus Ekonomi 2026, Badan Pusat Statistik bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan seluruh perangkatnya akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap usaha, perdagangan, struktur ekonomi, dan aktivitas lapangan kerja masyarakat. Informasi yang terkumpul nantinya menjadi pelengkap utama integrasi DTSEN, sehingga kualitas satu data nasional semakin presisi, mutakhir, dan dapat diandalkan sebagai dasar perencanaan pembangunan.
Karena itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memerlukan kesiapan dari seluruh masyarakat. Kejujuran, keterbukaan, dan kesediaan memberikan informasi yang benar saat pendataan akan sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan. Data yang akurat tidak hanya memperkuat DTSEN, tetapi juga memastikan kebijakan yang hadir benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat Asahan.