Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, bersama Wakil Ketua TP Posyandu Kabupaten Asahan, Ny. Juniar S. Pane, menghadiri kegiatan tracing Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Rabu (02/09/2026). Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Camat Simpang Empat beserta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Simpang Empat, Ketua TP Posyandu Kecamatan Simpang Empat, Pengurus TP PKK Kabupaten Asahan serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan tracing TBC terintegrasi CKG ini bertujuan untuk mendeteksi kasus Tuberkulosis sedini mungkin sekaligus memutus rantai penularannya di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan.


Dalam kegiatan tersebut, dr. Dinia Tina Ropika Tambunan, Sp.P, menyampaikan materi mengenai tracing TBC yang terintegrasi dengan CKG. Ia menjelaskan, terdapat beberapa hal penting yang menjadi fokus kegiatan, yakni deteksi dini untuk menemukan kasus atau penularan TBC sejak awal, baik pada keluarga pasien maupun masyarakat umum. Selain itu, tracing dilakukan untuk memutus penularan dengan menghentikan penyebaran bakteri TBC dari penderita kepada orang-orang di sekitar, khususnya kontak erat. Penanganan dan pengobatan secara cepat juga diperlukan agar pasien dapat sembuh secara optimal sekaligus mencegah penularan lebih lanjut.


Edukasi kepada masyarakat turut menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya skrining TBC, tidak takut melakukan pemeriksaan serta segera mendapatkan penanganan apabila ditemukan gejala atau indikasi TBC.
Di tempat yang sama, Ketua TP Posyandu Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tracing TBC terintegrasi CKG tersebut. Dengan harapan kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin serta mendeteksi TBC sejak dini.


“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Kita berharap melalui tracing TBC yang terintegrasi dengan CKG, masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan dan tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga penularan TBC di masyarakat dapat ditekan,” ujarnya.